Bumi Tak Lagi Berkuasa
Jadi, benarkah jagat terlalu brutal, sehingga kami harus meringkuk awak seperti dalam tahanan?
Memirsa desas desus mengerikan terpapar rata, semakin hari semakin berimbuh ajal
Buncah, gamang merasuk dalam sukma dan akal
Begitu terus sampai kepelikan bertandang dalam bertahan
Tamparan keras ini tak main-main menguji ketaatan
Bumi juga letih, ia mesti rehat meski sesaat
Tetesan Mata Hujan
Kau tahu hujan?
Setiap tetes airmu adalah satu kenanganku
Ribuan airmu adalah ribuan kenanganku
Kutitipkan rindu ini dalam butiran itu
Agar aku bisa mengingatmu setiap sendu tangisku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar